Kamis, 26 Januari 2017

Kartun animasi adalah salah satu tontonan yang bersifat sarat hiburan. Tidak hanya anak-anak bahkan orang dewasa pun banyak yang gemar menonton serial atau film kartun. Penciptaan kartun animasi sendiri pun juga identik dengan anak-anak. Dimana beberapa sketsa gambar yang dikumpulkan menjadi satu hingga terbentuk menjadi sebuah cerita yang dapat dinikmati.
Saat ini telah banyak sekali perusahaan-perusahaan animasi yang tersebar di dunia. Televisi pun bukan menajdi satu-satunya media yang berkuasa menayangkan tontonan tersebut. Melalui jaringan internet, Youtube pun mendapat di hati masyarakat sebagai media pilihan untuk menyaksikan kartun. Namun siapa sangka, ternyata ada beberapa serial kartun yang harusnya tak layak tonton bagi anak-anak. Entah itu dari segi penggambaran tokoh atau karakter atau alur cerita. Apa saja serial kartun yang dimaksud? Berikut ulasannya versi anehdidunia.com.

Betty Boop


Max Fleischer adalah seorang animator yang berhasil menciptakan karakter Betty Boop dibantu dengan beberapa rekannya. Kemunculan Betty Boop sendiri dulu pertama kali di Talkartoonkemudian serialnya mulai diproduksi oleh Fleischer Studios hingga kemudian dirilis oleh Paramount Pictures. Serial kartun Betty Boop ini sendiri begitu popular di era 1930-an. Karakter yang menggambarkan seorang perempuan seksi ini disebut-sebut tidak layak menjadi tontonan anak-anak. Pasalnya karakter Betty Boop sendiri tergambar jelas memakai pakaian mini berwarna merah dengan punggung terbuka lebar serta sepatu hak tinggi sehingga terkesan menonjolkan keseksian. Tidak hanya itu saja, dalam beberapa adegan di suatu episode seringkali diceritakan Betty Boop menari-nari seksi hingga tak cocok jika disaksikan oleh anak-anak karena dapat menimbulkan konotasi yang negatif. Belum cukup dengan itu, Betty Boop sendiri pernah diberi sanksi larangan penayangan karena di salah satu episode terdapat adegan dimana Betty Boop menggunakan obat-obatan terlarang. Itulah beberapa alasan kuat yang memang harusnya Betty Boop tidak ditonton oleh anak-anak.

Family Guy


Serial kartun kedua yang harusnya memang tidak ditonton oleh anak-anak adalah Family Guy. Serial kartun ini dibuat oleh seorang animator bernama Seth MacFarlane. Dalam serial kartun bergenre komedi asal Amerika Serikat ini diceritakan sebuah keluarga yang beranggotakan ayah bernama Peter, ibu bernama Lois, kedua anak mereka yakni Meg, Chris dan Stewie serta anjing kesayangan bernama Brian. Meskipun bergenre komedi akan tetapi dalam serial kartun ini seolah tidak memiliki nilai edukatif tersendiri jika disaksikan oleh anak-anak. Hal itu dikarenakan lelucon-lelucon yang dilontarkan dalam film seringkali menimbulkan kontroversi. Tidak mengherankan juga jika serial kartun ini banyak dilarang izin penayangannya oleh beberapa negara tak terkecuali Indonesia. Topik-topik lelucon yang seringkali diangkat dalam Family Guy ini sendiri adalah diambil dari budaya Amerika Serikat yang notabene terkenal “bebas”. Oleh karena itu jugalah Family Guy juga sering disebut sebagai salah satu animasi dengan konten dewasa atau adult animation. Potret keluarga aneh dan tak mendidik bukanlah topik yang ideal apalagi jika divisualisasikan dalam bentuk serial kartun dan ditonton oleh anak-anak.

Looney Tunes


Warner Bros adalah salah satu rumah produksi terkenal di Hollywood yang kerap merilis serial kartu, termasuk Looney Tunes tentunya. Di serial kartun Looney Tunes ini sendiri terdapat banyak sekali tokoh maupun karakter yang amat terkenal yakni Bugs Bunny, Daffy Duck, Tasmanian Devil, Porky Sylvester, Tweety dan masih banyak lagi yang lain. Serial kartun ini begitu populer bahkan hingga saat ini, namun sahabatanehdidunia.com tahukah anda bahwa serial Looney Tunes ini sebenarnya tak cukup layak ditonton oleh anak-anak? Yup, meski kehadiran banyak karakter cukup menghibur akan tetapi tak jarang alur cerita yang disajikan dalam Looney Tunes ini kerap membuat khawatir para orang tua. Terlalu banyak adegan dalam serial kartun Looney Tunes ini yang menampilkan kebrutalan dan pertengkaran yang kurang bisa dijadikan panutan. Misalnya seperti tembak-menembak, aksi kebut-kebutan serta menggunakan bahan peledak adalah sebagian kecil dari kriteria yang kurang cocok dijadikan panutan bagi anak-anak. Tak heran jika banyak orang tua yang merasa harus mendampingi anak-anaknya ketika menyaksikan serial kartun ini.

The Simpsons


Siapa yang tak tahu dengan serial kartun tentang keluarga Simpsons yang konyol? The Simpsons adalah salah satu serial kartun yang setiap episodenya selalu dinanti-nanti. Tak bisa dipungkiri lagi jika kepopuleran serial kartun ini begitu fenomenal hingga saat ini. Kisah hidup Homer, Marge, Bart, Lisa dan Maggie yang terangkum dalam serial kartun The Simpsons selalu mengundang tawa jenaka pemirsanya. Akan tetapi, sebenarnya jika disimak lebih teliti lagi serial ini harusnya tak ditonton oleh anak-anak. Jika Family Guy kerap menonjolkan lelucon-lelucon dewasa atau kontroversial lainnya, The Simpson justru terkadang lebih sering menonjolkan “kebobrokan” suatu pemerintahan di kota mereka tinggal. Mungkin bagi orang dewasa, sindiran halus melalui animasi adalah hal yang menarik namun akan menjadi berbeda ketika disaksikan oleh anak-anak. Korupsi dan sistem yang salah adalah beberapa topik dari banyaknya topik yang sering dibahas di serial kartun tersebut. Kartun yang diciptakan oleh Matt Groening ini pun juga tak jarang menceritakan kejadian kejahatan-kejahatan yang dihiraukan oleh polisi dalam filmnya. Kurang mendidik mungkin alasan yang pas mengapa serial kartun ini tidak cukup layak jika ditonton oleh anak-anak.

Tom & Jerry


Kucing dan tikus adalah dua jenis hewan yang baik dalam kehidupan nyata maupun fiktif sering digambarkan sebagai hewan yang selalu bermusuhan. Tom & Jerry adalah salah satu dari sekian banyak serial kartun yang mengangkat karakteristik tersebut dan menjadi terkenal hingga saat ini. Serial animasi asal Amerika Serikat ini berfokus pada pertengkaran antara seorang kucing bernama Tom dengan tikus bernama Jerry. Menampilkan hal-hal yang bersifat mustahil atau fantasi memang merupakan salah satu ciri animasi, akan tetapi adegan kekerasan yang selalu ada dalam episode serial Tom & Jerry tentu bukanlah jenis tontonan yang sehat bagi anak-anak. Seperti misalnya bagaimana Jerry memotong tubuh Tom menjadi dua bagian, bagaimana Tom mengejar-ngejar Jerry dengan menggunakan kapak dan lain sebagainya. Meski ada beberapa episode yang memperlihatkan kedua karakter ini akur akan tetapi penggambaran watak Tom & Jerry sebenarnya sama-sama sadis. Bahkan dalam episode terakhir serial kartun ini dua sejoli kucing dan tikus ini diceritakan tewas bunuh diri tersambar kereta karena duduk termenung diatas rel! Sebuah akhir cerita yang tidak patut jika anak-anak yang menonton bukan?

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa serial kartun memang media yang cukup atraktif serta menarik bagi anak-anak. Akan tetapi jika diantara anda ada yang sudah menjadi orang tua, mengawasi segala bentuk tayangan apa saja yang ada di televisi atau internet tentu sangatlah penting. Karena tak bisa dipungkiri sebuah tayangan dapat berpengaruh besar dan kuat bagi perkembangan psikologi anak.

Sumber Postingan:http://www.anehdidunia.com/

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Contact

Nama

Email *

Pesan *

Pengikut

Entri Populer